Tidakheran jika kandungan karbondioksida yang terdapat di atmosfer memberikan efek rumah kaca atau global warming, yaitu sinar UV tidak dapat dipantulkan kembali keluar atmosfer, justru terpantul ke dalam bumi kembali dan mengakibatkan peningkatan suhu bumi (Baca: Penyebab Bumi Semakin Panas ).
Pengertian Karbon Dioksida, Manfaat, Sifat, Peranan & Dampak adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan √ Karbon Monoksida Pengertian, Struktur, Reaksi, Serta Peran Dalam Fisiologi Dan Makanan Karbon dioksida rumus kimia CO2 atau zat asam arang adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon. Ia berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi. Rata-rata konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi kira-kira 387 ppm berdasarkan volume [1] walaupun jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang penting karena ia menyerap gelombang inframerah dengan kuat. Karbon dioksida dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme pada proses respirasi dan digunakan oleh tumbuhan pada proses fotosintesis. Oleh karena itu, karbon dioksida merupakan komponen penting dalam siklus karbon. Karbon dioksida juga dihasilkan dari hasil samping pembakaran bahan bakar fosil. Karbon dioksida anorganik dikeluarkan dari gunung berapi dan proses geotermal lainnya seperti pada mata air panas. Karbondioksida adalah gas yang terdiri dari satu atom karbon dan dua atom oksigen. Struktur karbondioksida CO2 dapat digambarkan sebagai berikut Molekul karbondioksida terdiri dari dua ikatan rangkap dan mempunya bentuk linear. Ia tidak mempunyai dipolar elektrik. Apabila teroksida sepenuhnya, ia tidak aktif dan tidak mudah terbakar. karbondioksida dapat dibuat dari pembakaran bahan organic apabila cukup oksigen. Kabondioksida juga dihasilkan oleh mikroorganisme hasil dari proses peragian dan respirasi. Karbondioksida dan oksigen dapat digunakan untuk menghasilkan karbohidrat. Tumbuhan membebaskan O2 ke atmosfer dan akhirnya digunakan untuk pernafasan oleh organisme heterotrofik. Karbondioksida merupakan gas tak berwarna, apabila dihirup pada dosis yang tinggi aktivitas berbahaya disebabkan resiko sesak nafas, menghasikan rasa asam dalam mulut dan rasa menyengat di hidung dan tenggorokan. Kesan ini disebabkan oleh gas yang larut dalam selaput mucus dan air liur, membentuk larutan cair asam karbonik. Kepadatannya pada suhu 250C adalah 1,98 kg/m3, sekitar 1,5 kali kepadatan udara. Karbondioksida cair hanya terbentuk pada tekanan melebihi 5,1 atm; pada tekanan biasa ia bertukar antara bentuk gas dan padat secara langsung melalui proses yang dikenal sebagai sublimasi. Air akan meresap karbondioksida sama banyak dengan isinya. Sekitar 1 % dari karbondioksida terlarut bertukar menjadi asam karbonik. Asam karbonik selanjutnya berpisah sebagiannya untuk membentuk bikarbonat dan ion karbonat. Karbondioksida adalah hasil penimbunan dalam organisme yang mendapat tenaga dari penguraian gula atau lemak dengan oksigen sebagai bagian dari metabolisme mereka, dalam proses yang dikenal sebagai pernapasan selular. Ini termasuk semua tumbuhan, hewan, kebanyakan fungi dan sebagian bakteri. Dalam hewan tingkat tnggi, karbondioksida diangkut melalui darah di mana kebanyakan dalam hewan berada dalam larutan dari sel tubuh ke paru-paru di mana ia disngkirkan. Kandungan karbondioksida dalam udara segar adalah kurang dari 1 % atau sekitar 350 ppm, dalam udara dihembus keluar sekitar 4,5 %. Apabila dihirup dalam konsentrasi tinggi sekitar 5 %, akan beracun bagi manusia dan hewan. Hemoglobin molekul utama dalam sel darah merah, dapat mengikat oksigen dan karbondioksida. Jika konsentrasi CO2 terlalu tinggi, semua hemoglobin dipenuhi karbondioksida dan tidak mengangkut oksigen walaupun terdapat banyak oksigen di udara. Akibatnya orang yang berada di ruangan tertutup akan mengalami sesak nafas akibat pengumpulan karbondioksida, walaupun kekurangan oksigen menimbulkan masalah. Karbondioksida baik dalam bentuk gas atau padat, perlu dikendalikan dalam kawasan yang mempunyai pengudaraan yang baik. CO2 yang dibawa darah boleh didapati dalam berbagai bentuk. 8 % dari CO2 terdapat dalam plasma sebagai gas. 20 % dari CO2 terikat oleh hemoglobin. CO2 yang terikat pada hemoglobin tidak bersaing dengan ikatan oksigen karena ia terikat oleh asam amino bukannya molekul heme. Sisa 72 % dari padanya dibawa sebagai HCO3- bikarbonat yang merupakan ion penting dalam pengawalan pH organisme. Kadar bikarbonat dikawal apabila ia meningkat, kita bernafas semakin cepat untuk menyingkirkan karbondioksida yang berlebihan. Kadar karbondioksida/bikarbonat dalam darah memberi efek pada ketebalan kapiler darah. apabila ia tinggi, kapiler mengembang dan lebih banyak darah masuk dan membawa bikarbonat berlebih ke paru-paru. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Asam, Basa, Dan Garam Karbondioksida Dalam Kajian Anorganik Karbondioksida terdapat di atmosfer 300 ppm, dalam gas-gas vulkanik dan dalam larutan super jenuh dari mata air tertentu. Gas CO2 dapat dihasilkan karena Pembakaran karbon sempurna C + O2 CO2 Sisa pernapasan makhluk hidup Letusan gunung berapi Pembakaran senyawa karbonat atau karena pengaruh asam Sedangkan cara memproduksinya Hasil fermentasi C6H12O6 2C2H3OH + 2CO2 Pembakaran batu kapur CaCO3 CaO + CO2 Di laboratorium dapat dibuat dengan H2CO3 CO2 + H2O k = 600 CaCO3 + 2HCl → CaCl2 + H2O + CO2 Tidak semua CO2 yang larut dan tidak terdisosiasi berada sebagai H2CO3. bagian terbesar dari CO2 yang larut hanyalah terhidrasi secara longgar laju pada saat CO2 masuk dalam kesetimbangan dengan H2CO3 dan hasil disosiasinya ketika melewati air adalah lambat. Ini menyebabkan dapat dibedakan antara H2CO3 dan CO2 aq yang terhidrasi longgar. Sifat kimia dan fisika Karbon dioksida adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Ketika dihirup pada konsentrasi yang lebih tinggi dari konsentrasi karbon dioksida di atmosfer, ia akan terasa asam di mulut dan di hidung dan tenggorokan. Efek ini disebabkan oleh pelarutan gas di membran mukosa dan saliva, membentuk larutan asam karbonat lemah. Sensasi ini juga dapat dirasakan ketika seseorang bersendawa setelah minum air berkarbonasi misalnya Coca Cola. Konsentrasi yang lebih besar dari ppm tidak baik untuk kesehatan, sedangkan konsentrasi lebih besar dari ppm dapat membahayakan kehidupan hewan. Manfaat Karbon Dioksida Berperan dalam proses fotosintesis pada tumbuhan. Dalam berfotosintesis tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Persamaan reaksinya adalah 12H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 glukosa +6O2 + 6H2O Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organic lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Pada respirasi glukosa dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbondioksida , air dan energi kimia. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil mengandung organel yang disebut kloroplas yang menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap millimeter perseginya. Caranya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan transparan, menuju mesofil tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh katikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Karbondioksida cair dan padat es kering merupakan bahan pendingin penting, terutama dalam industri makanan, di mana ia digunakan saat pengangkutan dan penyimpanan es krim dan makanan beku yang lain. Karbondioksida digunakan untuk membuat minuman ringan berkarbonat dan air soda. Secara tradisi, karbonat dalam bir dan wine berkilau dihasilkan dari fermentasi alami, tetapi sebagian pembuat menambah karbonat ke dalam minuman ini secara buatan. Pengembang yang digunakan untuk memasak menghasilkan karbondioksida menyebabkan adonan naik. Pengembang roti menghasilkan karbon dioksida melalui penapaian adonan, sementara pengembang kimia seperti baking powder dan baking soda membebaskan karbondioksida apabila dipanaskan atau tercampur dalam asam. Karbondioksida sering digunakan sebagai gas tekanan yang murah dan tidak mudah terbakar. Karbondioksida dapat digunakan untuk memadamkan api, dan sebagian alat pemadam kebakaran fire extinguisher, terutama dibuat bagi api listrik, mengandung cairan karbondioksida bawah tekanan. Kegunaan dalam industri mobil juga biasa walaupun terdapat banyak bukti bahwa kimpalan menggunakan karbondioksida adalah rapuh berbanding yang dilakukan dalam atmosfer-inert, dan kimpalan semakin lama semakin merosot akibat pembentukan asam karbonik. Ia digunakan sebagai gas pengimpalan karena ia lebih murah berbanding gas lain seperti argon atau helium. Cairan karbondioksida adalah pelarut yang baik bagi kebanyakan zat organic. Ia mulai mendapat perhatian dalam pharmaceutical dan industri pemprosesan kimia yang lain sebagai pilihan kurang beracun berbanding pelarut tradisi lain seperti organokhloride. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan 6 Perbedaan Senyawa Polar Dengan Non Polar Karbondioksida Kaitannya Dengan Lingkungan Dan Penanggulangan Gas CO2 merupakan salah satu partikel pencemar udara jika CO2 berada di udara melebihi batas normal yang menurunkan kualitas udara sampai pada batas yang mengganggu kehidupan. Gas CO2 berasal dari pembakaran minyak, gas buang kendaraan, gunung meletus dan hasil pembakaran yang tidak sempurna dari mesin mobil dan mesin knalpot. Akibat dari gas CO2 yang melebihi batas dapat menyebabkan Gangguan pernapasan Meningkatnya suhu bumi karena efek rumah kaca Polutan yang berupa gas CO2 akan mengembang di udara dan mempunyai sifat seperti kaca. Sinar matahari yang jatuh ke bumi tidak akan dipantulkan oleh CO2 yang mengembang tetapi diteruskan. Sebagai akibatnya suhu bumi makin meningkat. Hal tersebut merupakan dampak jangka pendek, sedangkan dampak jangka panjangnya dapat mencairkan es di kutub sehingga permukaan air laut di seluruh permukaan bumi meningkat. Peningkatan air laut akan mampu menenggelamkan pulau. Adapaun cara-cara untuk penanggulangan gas CO2 ini adalah Memperbanyak penanaman tumbuhan pelindung reboisasi Melengkapi cerobong asap pabrik dengan alat penyaring udara serta menambah tinggi cerobong Menggunakan bahan bakar murni untuk mengurangi sisa pembakaran gas CO2 yang berlebihan Mengolah sampah organic menjadi pupuk secara biologis. Peranan Biologi Karbon dioksida merupakan produk akhir dari organisme yang mendapatkan energi dari penguraian gula, lemak, dan asam amino dengan oksigen sebagai bagian dari metabolisme dalam proses yang dikenal sebagai respirasi sel. Ini mencakup semua tumbuhan, hewan, jamur banyak dan beberapa bakteri. Pada hewan yang lebih tinggi, karbon dioksida dalam darah dari jaringan tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan. Pada tumbuhan, karbon dioksida diserap dari atmosfer selama fotosintesis. Peranan pada fotosintesis Tanaman menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer oleh fotosintesis, disebut juga sebagai asimilasi karbon, yang menggunakan energi cahaya untuk memproduksi materi organik dengan mengkombinasi karbon dioksida dan air. Oksigen bebas dilepaskan sebagai gas dari dekomposisi molekul air, sedangkan hidrogen dipisahkan menjadi proton dan elektron, dan digunakan untuk menghasilkan energi kimia via fotofosforilasi. Energi yang dibutuhkan untuk fiksasi karbon dioksida pada siklus Calvin untuk membentuk gula. Gula ini kemudian digunakan untuk pertumbuhan tanaman melalui respirasi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Senyawa Polifenol pada Tanaman Toksisitas Karbon dioksida konten di udara segar bervariasi antara 0,03% 300ppm dan 0,06% 600 ppm, tergantung pada lokasi. Menurut Otoritas Keselamatan Maritim Australia, “Terlalu lama untuk konsentrasi karbon dioksida dapat menyebabkan asidosis dan efek samping moderat pada metabolisme kalsium fosfor yang menyebabkan peningkatan endapan kalsium pada jaringan lunak. Karbon dioksida adalah racun bagi hati dan menyebabkan penurunan kekuatan kontraktil. Pada konsentrasi tiga persen berdasarkan volume di udara, itu agak narkotika dan menyebabkan tekanan darah meningkat dan denyut nadi, dan menyebabkan penurunan daya dengar. Pada konsentrasi sekitar lima persen berdasarkan volume, ia menyebabkan stimulasi pusat pernapasan, pusing, kebingungan, dan kesulitan bernapas disertai dengan sakit kepala dan sesak napas. Pada konsentrasi delapan persen, ia menyebabkan sakit kepala, berkeringat, penglihatan kabur, tremor, dan kehilangan kesadaran setelah paparan selama lima sampai sepuluh menit. “ Sejarah pemahaman manusia Pada abad ke-17, seorang kimiawan Fleming, Jan Baptist van Helmont, menemukan bahwa arang yang dibakar pada bejana tertutup akan menghasilkan abu yang massanya lebih kecil dari massa arang semula. Dia berkesimpulan bahwa sebagian arang tersebut telah ditransmutasikan menjadi zat yang tak terlihat, ia menamakan zat tersebut sebagai “gas” atau spiritus sylvestre Bahasa Indonesia arwah liar. Sifat-sifat karbon dioksida dipelajari lebih lanjut pada tahun 1750 oleh fisikawan Skotlandia Joseph Black. Dia menemukan bahwa batu kapur kalsium karbonat dapat dibakar atau diberikan asam dan menghasilkan gas yang dia namakan sebagai “fixed air”. Dia juga menemukan bahwa gas ini lebih berat daripada udara dan ketika digelembungkan dalam larutan kapur kalsium hidroksida akan mengendapkan kalsium karbonat. Dia menggunakan fenomena ini untuk mengilustrasikan bahwa karbon dioksida dihasilkan dari pernapasan hewan dan fermentasi mikrob. Pada tahun 1772, seorang kimiawan Inggris Joseph Priestley mempublikasikan sebuah jurnal yang berjudul Impregnating Water with Fixed Air. Dalam jurnal tersebut, dia menjelaskan proses penetesan asam sulfat atau minyak vitriol seperti yang Priestley sebut ke kapur untuk menghasilkan karbon dioksida dan memaksa gas itu untuk larut dengan menggoncangkan semangkuk air yang berkontak dengan gas.[5] Karbon dioksida pertama kali dicairkan pada tekanan tinggi pada tahun 1823 oleh Humphry Davy dan Michael Faraday.[6] Deskripsi pertama mengenai karbon dioksida padat dilaporkan oleh Charles Thilorier ketika pada tahun 1834 dia membuka kontainer karbon dioksida cair yang diberikan tekanan dan menemukan pendinginan tersebut menghasilkan penguapan yang menghasilkan “salju” CO2 padat.[7] Produksi dalam skala industri Karbon dioksida secara garis besar dihasilkan dari enam proses[8] Sebagai hasil samping dari pengilangan ammonia dan hidrogen, di mana metana dikonversikan menjadi CO2. Dari pembakaran kayu dan bahan bakar fosil; Sebagai hasil samping dari fermentasi gula pada proses peragian bir, wiski, dan minuman beralkohol lainnya; Dari proses penguraian termal batu kapur, CaCO3; Sebagai produk samping dari pembuatan natrium fosfat; Secara langsung di ambil dari mata air yang karbon dioksidanya dihasilkan dari pengasaman air pada batu kapur atau dolomit. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Senyawa Pengertian, Ciri, Sifat, Dan Macam Beserta Contohnya Secara Lengkap Dampak dan Bahaya Karbon Dioksida Salah satu masalah terbesar yang kita hadapi sekarang adalah pemanasan pada hewan dan pertanian memang mengkuatirkan, terlebih lagi pada populasi manusia sangat menakutkan. Fakta-fakta tentang pemanasan global sering diperdebatkan dalam politik dan media, tetapi, sayangnya, meskipun banyak pihak tidak sepakat tentang penyebab global warming, akan tetapi pemanasan global adalah fakta, terjadi secara global, dan terukur. Berikut ini ada 10 penyebab dan dampak yang timbul akibat pemanasan global. Emisi karbon dioksida dari pembakaran bahan bakar fosil pembangkit listrik. Penggunaan listrik yang semakin meningkat yang dipasok dari pembangkit listrik berbahan bakar batubara batubara yang melepaskan sejumlah besar karbon dioksida ke emisi CO2 dihasilkan oleh produksi listrik AS, dan 93 persen diantaranya berasal dari emisi pembakaran batubara pada industri utilitas. Setiap hari, pasar semakin banyak dibanjiri gadget penggunaannya membutuhkan daya listrik, padahal tidak didukung oleh energi alternatif. Dengan demikian kita akan semakintergantung pada pembakaran batu bara untuk memasok kebutuhan listrik di seluruh dunia. Emisi karbon dioksida dari pembakaran bensin pada kendaraan. Kendaraan yang kita pakai adalah sumber penghasil emisi sekitar 33% yang berdampak terhadap pemanasan global. Dengan pertambahan jumlah penduduk yang tumbuh pada tingkat yang mengkhawatirkan, tentu saja akan meningkatkan permintaan akan kendaraan yang lebih banyak lagi, yang berarti penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi dan pabrik yang semakin besar. Konsumsi terhadap bahan bakar fosil jauh melampaui penemuan terhadap cara untuk mengurangi dampak emisi. Sudah saatnya kita meninggalkan budaya konsumtif. Emisi metana dari peternakan dan dasar laut Kutub Utara. Metana merupakan gas rumah kaca yang sangat kuat setelah CO2. Bila bahan organik diurai oleh bakteri pada kondisi kekurangan oksigen dekomposisi anaerobik maka metana akan dihasilkan. Proses ini juga terjadi pada usus hewan herbivora, dan dengan meningkatnya jumlah produksi ternak terkonsentrasi, tingkat metana yang dilepaskan ke atmosfer akan meningkat. Sumber metana lainnya adalah metana klatrat, suatu senyawa yang mengandung sejumlah besar metana yang terperangkap dalam struktur bongkahan es. Apabila metana keluar dari dasar laut Kutub Utara, maka tingkat pemanasan global akan meningkat secara signifikan. Deforestasi, terutama hutan tropis untuk kayu, pulp, dan lahan pertanian. Penggunaan hutan untuk bahan bakar baik kayu dan arang merupakan salah satu penyebab deforestasi. Di seluruh dunia pemakaian produk kayu dan kertas semakin meningkat, kebutuhan akan lahan ternak semakin meningkat untuk pemasok daging dan susu, dan penggunaan lahan hutan tropis untuk komoditas seperti perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab utama terhadap deforestasi dunia. Penebangan hutan akan mengakibatkan pelepasan karbon dalam jumlah besar ke atmosfir. Peningkatan penggunaan pupuk kimia pada lahan pertanian. Pada pertengahan abad ke-20, penggunaan pupuk kimia yang sebelumnya penggunaan pupuk kandang telah meningkat secara dramatis. Tingginya tingkat penggunaan pupuk yang kaya nitrogen memiliki efek pada penyimpanan panas dari lahan pertanian oksida nitrogen memiliki kapasitas 300 kali lebih panas- per unit volume dari karbon dioksida dan kelebihan limpasan pupuk menciptakan zona-mati di laut. Selain efek ini, tingkat nitrat yang tinggi dalam air tanah karena pemupukan yang berlebihan berdampak terhadap kesehatan manusia yang cukup memprihatinkan. Kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia. Para ilmuwan memprediksi kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia karena mencairnya dua lapisan es raksasa di Antartika dan Greenland, terutama di pantai timur AS. Namun, banyak negara di seluruh dunia akan mengalami dampak naiknya permukaan air laut, yang bisa memaksa jutaan orang untuk mencari pemukiman baru. Maladewa adalah salah satu negara yang perlu mencari rumah baru akibat naiknya permukaan laut Korban akibat topan badai yang semakin meningkat. Tingkat keparahan badai seperti angin topan dan badai semakin meningkat, dan penelitian yang dipublikasikan dalam Nature mengatakan “Para ilmuwan menunjukkan bukti yang kuat bahwa pemanasan global secara signifikan akan meningkatkan intensitas badai yang paling ekstrim di seluruh dunia. Kecepatan angin maksimum dari siklon tropis terkuat meningkat secara signifikan sejak tahun tersebut diperkirakan didorong oleh suhu air laut yang semakin meningkat, tidak mungkin mengalami penurunan dalam waktu dekat. “ Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Dampak Polusi Udara Bagi Lingkungan Serta Penjelasannya Gagal panen besar-besaran. Menurut penelitian terbaru, sekitar 3 miliar orang di seluruh dunia harus memilih untuk pindah ke wilayah beriklim sedang karena kemungkinan adanya ancaman kelaparan akibat perubahan iklim dalam 100 tahun. “Perubahan iklim ini diramalkan memiliki dampak yang paling parah pada pasokan air. “Kekurangan air di masa depan kemungkinan akan mengancam produksi pangan, mengurangi sanitasi, menghambat pembangunan ekonomi dan kerusakan ekosistem. Hal ini menyebabkan perubahan suasana lebih ekstrim antara banjir dan kekeringan.” Menurut Guardian,…pemanasan global menyebabkan kematian per tahun. Kepunahan sejumlah besar spesies. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Nature, peningkatan suhu dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. Dan karena kita tidak bisa hidup sendirian tanpa ragam populasi spesies di Bumi, ini akan membawa dampak buruk bagi manusia. “Perubahan iklim sekarang ini setidaknya sama besarnya dengan ancaman terhadap jumlah spesies yang masih hidup di Bumi akibat penghancuran dan perubahan habitat.” Demikian pendapat Chris Thomas, konservasi biologi dari University of Leeds. Hilangnya terumbu karang. Sebuah laporan tentang terumbu karang dari WWF mengatakan bahwa dalam skenario terburuk, populasi karang akan runtuh pada tahun 2100 karena suhu dan keasaman laut meningkat. Pemutihan’ karang akibat kenaikan suhu laut yang terus-menerus sangat berbahaya bagi ekosistem laut, dan banyak spesies lainnya di lautan bergantung pada terumbu karang untuk kelangsungan hidup mereka. “Meskipun luasnya lautan 71 persen dari permukaan bumi dengan kedalaman rata-rata hampir 4 km – ada indikasi bahwa hal ini mendekati titik kritis. Bagi terumbu karang, pemanasan dan pengasaman air mengancam hilangnya ekosistem diperlukan upaya yang besar untuk menyelamatkan terumbu karang dari kepunahan. Mungkin Dibawah Ini yang Kamu CariLarutanelektrolit untuk menggumpalkan sol As2S3 yang bermuatan negatif adalah AlCl3, sebab AlCl3 memiliki jumlah ion positif yaitu +3 (Al3+).-----#-----Jangan lupa komentar & sarannya. Email: Kunjungi terus: :) Newer Posts Older PostsBlog KoKim - Selain bermanfaat ternyata unsur-unsur yang telah kita pelajari unsur-unsur golongan utama mempunyai dampak negatif. Adapun dampak negatif unsur-unsur golongan utama adalah seperti berikut. Dampak negatif karbon adalah pada senyawa karbon yaitu a. Karbon dioksida CO$_2$ Karbon dioksida terjadi karena pemakaian bahan bakar dari fosil. Adanya pembakaran ini menyebabkan terjadinya efek rumah kaca. b. Cloro Fluoro Carbon CFC CFC berdampak negatif terhadap penipisan lapisan ozon dan berkontribusi terhadap efek rumah kaca. c. Kloroform CCl$_4$ Kloroform menyebabkan kerusakan hati dan ginjal, dan bersifat racun bila tertelan. d. Karbon disulfida CS$_2$ Karbon disulfida merupakan senyawa mudah terbakar dan bersifat meracuni. e. Karbon monoksida CO Karbon monoksida biasanya dihasilkan oleh asap kendaraan dan proses industri. Karbon monoksida lebih mudah mengikat hemoglobin daripada oksigen. Oleh karena itu, darah akan kekurangan oksigen. Campuran NO dan NO$_2$ menghasilkan NO$_x$ yang merupakan hasil pembakaran bahan bakar dari industri atau kendaraan yang menyebabkan terjadinya hujan asam dan asap kabut smog yang mengakibatkan terjadinya iritasi pada mata dan menyebabkan tumbuhan menjadi kering. Hujan asam dapat merusak pH tanah, perairan serta merusakkan bangunan. Silikon yang dipakai untuk kecantikan wajah dapat menyebabkan kerusakan bentuk dan melumpuhkan beberapa otot wajah. Hal ini karena silikon dapat membentuk gumpalan dan dapat memblokir aliran darah ke jaringan/organ tubuh. Fosfor berdampak negatif apabila bijih fosfor yang diolah menjadi fosfat larut dalam air, sehingga menyebabkan terjadinya limbah radioaktif disebabkan bijih fosfor mengandung uranium. Senyawa belerang yang berdampak negatif antara lain a. Hidrogen Sulfida H$_2$S Hidrogen sulfida merupakan gas sangat beracun yang mempunyai bau seperti telur busuk dan senyawa ini dapat menyebabkan kematian. b. Asam Sulfat H$_2$SO$_4$ Asam sulfat merupakan zat higroskopis sehingga dapat merusak kulit dan juga menyebabkan korosi. Radon merupakan unsur gas mulia yang bersifat radioaktif. Radon apabila terhirup oleh manusia, akan tertinggal di paru-paru dan menimbulkan kanker paru-paru. Aluminium dapat merusak kulit dan dalam bentuk bubuk dapat meledak di udara bila dipanaskan. Senyawa aluminium yang berbahaya antara lain aluminium oksida Al$_2$O$_3$ yang bereaksi dengan karbon dan berdampak pada pemanasan global. Adapun reaksinya seperti berikut. $ 2 Al_2Os + 3 Cs \rightarrow 4 Als + 3 CO_2g $ Demikian pembahasan materi Dampak Negatif Unsur-unsur Golongan Utama. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan Penentuan Komposisi Unsur dalam Pupuk.
Selaingas karbon dioksida dan karbon monoksida, dampak pembakaran bahan bakar dalam mesin kendaraan bermotor dapat menghasilkan gas belerang dioksida (SO2) karena di dalam minyak bumi terdapat senyawa belerang, serta gas oksida nitrogen (NOx) karena untuk membakar bahan bakar (bensin) dalam mesin digunakan udara sebagai sumber oksigen dan
Dalamsenyawa yang sama, meski dari sumber berbeda dan dibentuk dengan proses yang berbeda, akan tetap memiliki komposisi/perbandingan yang sama. Dengan hukum ini, kita dapat menghitung berapa gram suatu unsur yang diperlukan untuk membuat senyawa denga massa tertentu, sesuai yang diinginkan. Massa unsur pembentuk senyawa juga dapat dihitung
Nomor atom 6Massa atom 12,011 g/molElektronegativitas menurut Pauling 2,5Kepadatan 2,2 g/cm3 pada 20 °CTitik lebur 3652 °CTitik didih 4827 °CRadius Vanderwaals 0,091 nmRadius ionik 0,26 nm -4; 0,015 nm 4Isotop 3Energi ionisasi pertama kJ/molEnergi ionisasi kedua kJ/molEnergi ionisasi ketiga kJ/molDitemukan oleh orang jaman prasejarahSifat Kimia dan Fisika KarbonKarbon merupakan unsur unik yang bisa berikatan dengan unsur lain untuk membentuk berbagai senyawa terbesar ikatan karbon adalah dengan hidrogen yang kemudian membentuk senyawa yang disebut hidrokarbon. Setidaknya sekitar 1 juta komponen organik terbentuk dari juga membentuk ikatan dengan senyawa lain yang dianggap sebagai anorganik, meskipun dalam jumlah yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan senyawa karbon terdapat dalam dua bentuk kristal alotrofik yaitu berlian dan grafit. Bentuk lain dengan sedikit kristalinitas adalah karbon tumbuhan dan fisik dan kimia karbon tergantung pada struktur kristalnya. Kepadatan karbon juga bervariasi dari 2,25 g/cm ³ untuk grafit dan 3,51 g/cm ³ untuk leleh grafit adalah 3500 ºC dengan titik didih adalah 4830 karbon merupakan bahan yang inert, tidak larut dalam air, asam encer, dan basa, serta merupakan pelarut suhu tinggi, karbon berikatan dengan oksigen untuk membentuk karbon monoksida atau karbon dengan oksidator panas, seperti asam nitrat dan kalium nitrat akan menghasilkan asam metilic C6CO2H antara halogen hanya fluor yang bereaksi dengan unsur karbon. Sejumlah logam dikombinasikan dengan karbon pada suhu tinggi untuk membentuk membentuk senyawa dengan halogen dan memiliki rumus umum CX4, dimana X adalah fluorin, klorin, bromin, atau juga membentuk senyawa tetrahalida. Dari semua senyawa yang terbentuk, yang paling penting adalah diklorodifluorometana, CCl2F2, disebut pula sebagai dan komponennya tersebar luas di alam. Diperkirakan, unsur ini membentuk 0,032% kerak bebas ditemukan antara lain di batubara, sedangkan karbon kristal ditemukan dalam grafit dan bumi terus mengalami peningkatan konsentrasi karbon dari karbon dioksida dan karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar ada unsur yang lebih penting dalam hidup selain karbon. Hanya karbon yang mampu membentuk ikatan tunggal yang kuat dan cukup stabil di bawah kondisi ini memberikan karbon kemampuan untuk membentuk rantai panjang dan cincin atom yang merupakan dasar struktural bagi banyak senyawa penyusun sel hidup termasuk mineral seperti batu kapur, dolomit, gipsum, dan marmer mengandung tanaman dan hewan dibentuk oleh senyawa organik kompleks di mana karbon dikombinasikan dengan hidrogen, oksigen, nitrogen, dan unsur-unsur bumi dan gas alam juga mengandung senyawa yang dibentuk oleh karbon dan KarbonNama Inggris carbon berasal dari bahasa Latin carbo yang berarti batu bara dan bahasa Prancis, karbon disebut charbon, yang juga berarti bahasa Jerman, Belanda, dan Denmark, nama karbon masing-masing adalah Kohlenstoff, koolstof, dan kulstof, semuanya secara harfiah berarti batu ditemukan pada masa prasejarah dan dikenal dalam bentuk jelaga dan mungkin sudah dikenal sejak 2500 SM di Cina, sedangkan karbon dalam bentuk arang dibuat sejak zaman Romawi dengan memanaskan kayu yang dilapisi tanah liat untuk menghilangkan tahun 1722, René Antoine Ferchault de Réaumur mendemonstrasikan bahwa besi bisa diubah menjadi baja melalui penyerapan beberapa zat, yang sekarang dikenal sebagai tahun 1772, Antoine Lavoisier menunjukkan bahwa berlian adalah sebentuk membakar sampel arang dan berlian dan menemukan bahwa keduanya tidak menghasilkan air dan melepaskan jumlah karbon dioksida yang sama per tahun 1779, Carl Wilhelm Scheele menunjukkan bahwa grafit, yang dianggap sebagai bentuk timbal, ternyata identik dengan arang tetapi dengan sedikit campuran tahun 1786, ilmuwan Perancis Claude Louis Berthollet, Gaspard Monge dan C. A. Vandermonde menegaskan bahwa grafit sebagian besar adalah Lavoisier kemudian memasukkan karbon sebagai unsur dalam bukunya di tahun KarbonKarbon memiliki banyak kegunaan, termasuk sebagai dekorasi berlian, cat, serta tinta karbon lain, grafit, digunakan untuk cawan lebur suhu tinggi, sel kering, pensil, dan sebagai karbon, bentuk amorf karbon, digunakan sebagai agen penyerap gas dan agen karbon juga memiliki banyak kegunaan. Karbon dioksida digunakan dalam minuman karbonasi, dalam alat pemadam kebakaran, dan sebagai es monoksida digunakan sebagai agen reduksi dalam banyak proses metalurgi. Karbon tetraklorida dan karbon disulfida adalah pelarut industri yang Kesehatan KarbonUnsur karbon memiliki toksisitas yang sangat rendah. Potensi bahaya kesehatan yang disajikan di sini didasarkan pada eksposur terhadap karbon karbon hitam, seperti di tambang batubara, dapat memicu kerusakan sementara atau permanen paru-paru dan ditemukan terjadi pada orang yang bekerja dalam lingkungan yang terpapar karbon pada folikel rambut dan lesi mukosa mulut juga telah dilaporkan akibat karbon hitam yang terpapar pada senyawa karbon sederhana bisa sangat beracun, seperti karbon monoksida CO atau sianida CN-.Karbon 14 adalah salah satu radionuklida yang dihasilkan dalam pengujian senjata 14 adalah salah satu radionuklida berumur panjang yang bisa meningkatkan resiko kanker selama puluhan tahun hingga berabad-abad yang akan Menarik tentang KarbonBerikut adalah fakta dan informasi tentang karbon1. Karbon adalah unsur nonlogam yang dapat berikatan dengan dirinya sendiri dan banyak unsur kimia lainnya, membentuk lebih dari sepuluh juta senyawa. Karena kemampuannya membentuk lebih banyak senyawa dibanding unsur lainnya, karbon juga disebut sebagai “Raja Unsur Kimia”.2. Berlian dan grafit termasuk dalam kategori bahan alami yang paling keras dan paling lunak. Satu-satunya perbedaan antara keduanya adalah struktur Karbon murni dianggap tidak beracun, meskipun menghirup partikel halus, seperti jelaga, dapat merusak jaringan paru-paru. Grafit dan arang dianggap cukup aman untuk dimakan. Meskipun tidak beracun bagi manusia, nanopartikel karbon mematikan bagi lalat Karbon adalah unsur paling melimpah keempat di alam semesta hidrogen, helium, dan oksigen ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi, berdasarkan massa. Karbon adalah unsur paling melimpah ke-15 di kerak Senyawa karbon memiliki kegunaan yang tidak terbatas. Dalam bentuk unsurnya, berlian adalah batu permata dan digunakan untuk pengeboran/pemotongan; grafit digunakan dalam pensil, sebagai pelumas, dan untuk melindungi dari karat; sedangkan arang digunakan untuk menghilangkan racun, rasa, dan bau. Isotop Carbon-14 digunakan dalam penanggalan Karbon memiliki titik leleh/sublimasi tertinggi dari unsur lainnya. Titik leleh berlian adalah ~3550 °C, dengan titik sublimasi karbon sekitar 3800 ° Karbon dioksida atom karbon ditambah dua atom oksigen membentuk sekitar 0,04 persen dari atmosfer bumi, dan merupakan peningkatan besar dibanding masa pra-industri karena pembakaran bahan bakar Berlian terbentuk pada tekanan tinggi jauh di dalam kerak bumi. Berlian berkualitas permata terbesar adalah berlian Cullinan yang ditemukan pada tahun 1905. Berlian yang belum dipotong memiliki berat karat. Permata terbesar yang dipotong dari batu ini, dengan berat 530,2 karat, adalah salah satu Permata Mahkota Kerajaan Inggris dan dikenal sebagai Bintang Besar Tato pada Ötzi the Iceman, mayat berusia tahun yang ditemukan membeku di Pegunungan Alpen, memiliki tinta yang terbuat dari karbon.[] Pergerakankarbon dari satu area ke area lainnya merupakan dasar dari siklus karbon. Karbon berperan penting bagi kehidupan di Bumi. Diketahui bahwa karbon juga terdapat pada semua jenis makhluk hidup. Karbon dihasilkan oleh sumber alami dan juga buatan manusia (antropogenik). Siklus karbon adalah aliran karbon melalui berbagai bagian sistem di Bumi baik melalui Tumbuhan, Hewan, [] Btari NadineKarbon sebagai Unsur KimiaKarbon merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol C dan nomor atom 6 pada tabel periodik. Unsur ini termasuk dalam golongan non-logam dan memiliki valensi 4, yang berarti ada 4 elektron yang membentuk ikatan kovalen. Karbon sendiri merupakan salah satu unsur yang telah diketahui keberadaannya sejak zaman kuno, dan dapat dikatakan sebagai unsur dasar segala kehidupan di bumi. Bahkan, 20% dari tubuh manusia terdiri dari karbon dalam tubuh manusia maupun makhluk hidup lainnya tidak berada dalam bentuk unsur karbon, melainkan senyawa atau telah bergabung dengan unsur lain, seperti hidrogen dan oksigen. Meski banyak sekali jenis senyawa yang terbentuk dari karbon, karbon jarang sekali bereaksi di bawah kondisi normal temperatur dan tekanan standar. Karbon tahan terhadap hampir semua oksidator, kecuali oksidator yang sangat Karbon dalam LingkunganSemua makhluk hidup akan mengeluarkan karbon’ khususnya dalam bentuk senyawa karbon dioksida CO2. Karbon dioksida salah satunya dikeluarkan tiap makhluk hidup dari proses pernafasan. Kita menghirup oksigen O2 dan mengeluarkan karbon dioksida CO2. Apakah oksigen akan habis jika kita hanya menghirupnya dan tidak memproduksi oksigen?Sederhananya, CO2 akan diserap oleh tumbuh-tumbuhan dan melalui proses fotosintesis, oksigen akan kembali dihasilkan ke udara. Namun, laju produksi CO2 jauh lebih cepat daripada produksi O2. Dengan adanya industri, kemajuan teknologi, dan pertumbuhan populasi, kadar karbon dioksida di bumi meningkat pesat. Sementara itu, lahan-lahan hijau semakin konteks lingkungan, karbon yang dimaksud akan merusak adalah gas-gas emisi yang memiliki kandungan karbon dioksida tinggi. Gas-gas ini dihasilkan dari pembakaran senyawa yang mengandung karbon. Misalnya, asap dari pembakaran bensin, solar, kayu, daun, gas LPG, dan bahan bakar lain yang mengandung karbon menjadi salah satu kontributor terbesar dalam perubahan iklim global yang berdampak buruk pada lingkungan dan kelangsungan hidup kadar karbon dioksida, terutama emisi karbon yang dihasilkan oleh industri dan aktivitas manusia, telah memberikan sejumlah dampak signifikan terhadap lingkungan. Kandungan karbon dioksida dalam emisi yang terperangkap di atmosfer menyebabkan peningkatan suhu bumi. Berikut ini beberapa dampak dari peningkatan suhu bumi akibat emisi Es di KutubPanasnya suhu bumi akan menyebabkan lapisan es di kutub mencair. UNDP menyatakan bahwa lapisan es di laut Artik telah berkurang jauh sejak tahun 1979, dengan kecepatan sebesar juta km2 setiap dekade. Mencairnya es di kutub menyebabkan kenaikan permukaan air laut. Kekeringan dan Kekurangan Air BersihPeningkatan suhu bumi mengakibatkan perubahan iklim menjadi lebih panas. Perubahan iklim drastis ini dapat mengurangi sumber air bersih, sebab permukaan air laut naik dan terjadi kekeringan di AlamPerubahan iklim akan menyebabkan cuaca ekstrim, yang dapat berujung pada bencana alam. Banjir, angin topan, dan tsunami adalah beberapa dampak destruktif dari perubahan iklim tersebut. FAO Food & Agriculture Organization melaporkan bahwa saat ini jumlah bencana alam terjadi 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan tahun 1970-an dan pada Rantai MakananSektor pertanian menyerap sekitar 63% dari dampak bencana alam, menurut FAO, dibandingkan dengan sektor-sektor lain, seperti pariwisata, perdagangan, dan industri. Hal ini tentu mengganggu sumber pangan manusia. Pasalnya, banyaknya jumlah tanaman produksi yang rusak akibat cuaca tak menentu akan mengurangi jumlah pasokan bahan dan Penyebaran PenyakitKenaikan suhu bumi memperluas wilayah tropis di bumi. Perluasan ini pun akan turut mempermudah penyebaran penyakit-penyakit tropis ke wilayah sub-tropis, seperti malaria. Kerusakan Ekosistem LautLaut dapat menyerap emisi karbon dioksida hingga 40 persen. Namun, semakin tinggi kadar CO2 yang diserap oleh laut, kondisi laut pun akan semakin asam. Tingginya kadar keasaman dan peningkatan suhu air laut akan merusak terumbu karang atau coral diingat bahwa terumbu karang memegang peranan penting dalam ekosistem laut, yaitu sebagai sarang bagi ikan-ikan kecil dan plankton. Minimnya jumlah ikan kecil dan plankton tentu akan mengganggu rantai makanan bagi makhluk hidup laut lainnya. Menjaga Jumlah Emisi Karbon Lewat Perdagangan Karbon di BursaUrgensi penanganan masalah iklim akibat emisi karbon semakin mendesak. Tidak hanya masyarakat, pemerintah dan swasta raksasa pun perlu mencanangkan komitmen global untuk permasalahan ini. Pada 12 Desember 2015, sebanyak 195 negara termasuk Indonesia, menyepakati perjanjian iklim global yang dikenal sebagai Perjanjian Paris Paris Agreement. Perjanjian ini sepenuhnya bersifat sukarela, di mana semua negara yang menyepakatinya berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan memastikan suhu global tidak naik lebih dari 2˚C menjaga kenaikan suhu global tetap di bawah Perjanjian Paris mulai berlaku efektif pada 4 November 2016. Melanjutkan kesepakatan tersebut, skema-skema perdagangan karbon global pun dilaksanakan untuk menjaga jumlah emisi karbon yang dikeluarkan ke atmosfer. Terkait pengawasan emisi karbon, perdagangan karbon umumnya dilakukan melalui bursa komoditi dengan standar satuan tertentu. “Karbon” yang dimaksud dalam perdagangan karbon di bursa adalah kredit karbon. Secara sederhana, kredit karbon merepresentasikan hak’ menghasilkan karbon. Kredit ini dihasilkan oleh proyek-proyek penghijauan dengan metode perhitungan potensi penyerapan karbon yang telah diakui secara itu, usaha maupun instansi yang menghasilkan emisi karbon lebih dari kredit atau hak’ yang dimiliki, dapat membeli kredit karbon yang dijual di pasar karbon. Dengan demikian, kita dapat mengontrol sekaligus menyeimbangkan jumlah emisi karbon yang dikeluarkan ke atmosfer bumi dan menjaga kenaikan suhu global di bawah juga artikel lainnya SyariahMurabahahDerivatifSharia .